Awalnya gue nggak terlalu tertarik sama yang namanya dimsum mentai. Soalnya keliatannya cuma dimsum biasa yang disiram saus doang. Kayak… yaudah gitu aja.
Tapi karena lagi rame banget di mana-mana, akhirnya gue coba juga. Iseng, sekalian laper.
Pas dateng, tampilannya lumayan menarik. Dimsum kecil-kecil ditata rapi, terus di atasnya ada saus mentai yang agak creamy warna oranye, terus dibakar dikit. Aromanya langsung kecium—gurih banget.
Gigitan pertama?
Oke… ini beda.
Tekstur dimsumnya lembut, terus saus mentainya itu creamy, ada sedikit rasa asin-gurih yang bikin nagih. Nggak terlalu berat, tapi juga nggak hambar. Pas aja.
Yang bikin menarik tuh bukan cuma rasanya, tapi sensasinya. Ada kombinasi hangat, creamy, sama sedikit smoky dari proses dibakar tadi. Jadi tiap suapan tuh nggak ngebosenin.
Akhirnya, yang awalnya cuma coba-coba, malah jadi sering beli.
Apalagi sekarang banyak banget variasinya. Ada yang isi ayam, udang, bahkan ada yang pedas. Tinggal pilih sesuai mood aja.
Dari situ gue sadar, kadang jajanan yang keliatannya biasa aja justru bisa jadi favorit. Nggak harus mahal, nggak harus ribet—yang penting rasanya dapet.
Dan ya… dimsum mentai ini salah satu contohnya.
